.

.

Clue

Read, and recognize me. Because, I'm not that easy to be known.

Monday, 3 September 2012

Prolog :') (ceritanya aku tokoh novel)

Kadang, aku tidak mengerti apa itu cinta.
Cinta muncul tiba-tiba, aku pun sempat tidak menyadarinya.
Cinta itu bisa semanis madu, tetapi bisa juga berubah menjadi sepahit darah.
Entahlah, katanya jika cinta yang lain pergi, maka cinta yang baru akan datang menghampiri.
Tapi mengapa...mengapa hal itu tidak terjadi padaku?
Cinta yang kualami-- sangat rumit.
Tidak mau pergi.
Sekeras apapun aku mencoba untuk membuatnya pergi.
Tetap tidak bisa.
Baiklah, apa aku sudah gila?
Mencintai seseorang yang tidak menyadari keberadaanku.
Tidak. Ia menyadari keberadaanku dengan sangat jelas.
Tapi, yah ia menganggapku tidak ada.
Aku--memang tidak terlihat di matanya.
Aku mencoba untuk membuat cinta itu pergi.
Namun tetap saja hasil yang kudapat selalu sama.
Yah, aku hanya seseorang yang dulu ia kenal.
Aku tidak tahu hubungan kami seperti apa sekarang. Aku hanya bisa menatapnya dari jauh. Lalu memalingkan wajah ketika ia menoleh padaku.
Sungguh, aku merindukan dirinya yang dulu.
Yang selalu di sisiku saat aku jatuh walaupun aku tidak memintanya.
Yang selalu mengajakku berbicara walaupun pembicaraan kami tidak jelas.
Yang selalu membuatku tertawa karena ocehannya walaupun jika itu tidak lucu.
Aku memang sudah gila.
Karenanya.
Itu satu-satunya alasan kuat mengapa aku masih bisa merasa sakit saat melihatnya.
Baiklah, jujur saja aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.
Karena hal itu terlarang.
Melanggar pakta yang tiba-tiba terbentuk di antara kami.
Tanpa kami sadari.
Kukira aku akan bahagia ketika mencoba untuk mencari cinta yang baru.
Kukira aku akan LEBIH bahagia ketika dia pergi.
Tapi nyatanya...
Wajahku semakin pucat. Aku tidak tahu sebabnya apa.
Senyumku kian memudar.
Dan aku sadar, aku membutuhkannya.
Hanya dirinyalah yang bisa membuatku begini.
Dulu, ia pernah berkata bahwa ia akan kembali disaat semua masalah sudah normal.
Tapi ia tidak pernah kembali. Aku tahu ia tidak akan kembali.
Entahlah, aku tidak memiliki pilihan selain menerima kenyataan bahwa ia sudah memiliki orang lain untuk menghiburnya, menjadi sandaran ketika ia bersedih, dan membuatnya tertawa.
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
Sejak dulu, ia selalu berjalan melanjutkan hidupnya.
Hanya aku yang masih berdiam diri di tempat yang sama.
Kumohon.
Pergilah.
Jangan menyiksaku seperti ini.
Jika kau tidak bisa pergi.
Yah kau tahu apa maksudku.
Aku ingin kau disini. Tapi aku tahu itu tidak mungkin.
Karena bersamaku adalah hal yang kau hindari.
Maaf, maafkan aku karena telah merepotkanmu.

HUAHAHA aku lagi galau jadi ya seenggaknya aku bisa bikin karya dari kegalauan itu.
Huehehe sipdeh terimakasih sudah membaca!
Arigato! *bungkuk badan*

No comments:

Post a Comment