.

.

Clue

Read, and recognize me. Because, I'm not that easy to be known.

Friday, 26 April 2013

The Sadness Melody at You


Hei, apa kabarmu?

Entah kapan terakhir aku melihatmu. Dan kini...kau di sini. Menatapku. Dengan sepasang mata gelapmu. Kau tahu sejak kapan aku memimpikan hal ini akan terjadi lagi?

Aku memandangmu lekat-lekat. Terkadang menunduk sesekali. Mencoba menyembunyikan wajahku yang mungkin telah merona. Baiklah, kuakui. Aku merindukanmu. Mata itu, hidung itu, entah kapan terakhir aku memperhatikan setiap lekuk wajahmu.

Aku selalu suka...bentuk wajahmu. Apalagi, saat kau tersenyum padaku. Manis, namun menggelikan. 

Membuatku ingin tertawa karena kau sama sekali tidak menyadari betapa konyolnya wajahmu setiap kali kau tersenyum padaku.

Namun kau di sini. Tersenyum, tapi...itu bukan senyuman yang biasanya kau tujukan kepadaku. Bukan. 

Senyuman kali ini, menyiratkan rasa yang tidak kumengerti. Apakah rasanya sesakit itu ketika melihatku?

Entahlah. Tapi kini aku berandai-andai. Memikirkan seribu pertanyaan yang selama ini berceceran di dalam benakku. Untukmu. Aku tidak tahu harus mulai dari mana.

Apa aku harus menyapamu, lalu tersenyum dan berkata...”Hei, selamat bertemu kembali.” ? Aku rasa tidak. Sudah pasti aku akan memilih diam. Diam karena aku tidak bisa menatap wajahmu yang seperti ini.

Membuatku penasaran. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan sekarang. Apakah kau merindukanku setelah sekian lama kita tidak bertemu? Hampir...dua tahun tapi, tetap saja...terasa lama.

Aku ingin bertanya padamu, “Apa yang kau rasakan sekarang? Apakah jantungmu berdetak cepat seperti apa yang dilakukan oleh jantungku kini?”

Tidak, hal itu, pertanyaan itu akhirnya kujawab sendiri.

Keduanya memiliki jawaban yang sama, ya.

Menjawabnya hanya membuat menyadari bagaimana perasaanku padamu. Walaupun tetap saja, aku masih belum mengerti. Apakah aku benar-benar merindukanmu atau tidak. Apakah jantungku berdetak cepat karena takut, atau karena aku memiliki perasaan untukmu lagi?

Entahlah, tapi akan kuupayakan—aku tidak akan membuatmu repot jika seandainya aku benar-benar memiliki perasaan ini untukmu.

Kau tahu, dulu kau lebih manis. Kini entahlah...aku tidak dapat menemukan kehangatan yang biasanya menghiasi hari-hariku.

Seandainya kau tahu, rasanya kini aku ingin berteriak padamu, “Aku membencimu.” sekeras-kerasnya di depan wajahmu.

Namun lagi-lagi, tidak bisa.

Aku tidak memiliki alasan untuk membencimu. Sungguh. Sebenarnya tidak wajar jika aku yang membencimu.

Karena pada faktanya, kaulah yang memiliki banyak alasan untuk membenciku.

Dan kini...kau tersenyum dan berkata, “Apa kabar?”

Aku hanya bisa tertawa dan berlagak tidak peduli. “Baik. Kau sendiri?” Padahal sesungguhnya, kau tahu..aku tidak sebaik kelihatannya. Berada di dekatmu membuatku sulit bernapas, namun jika kau jauh pun...rasanya tidak ada oksigen yang tersisa untukku.

Kulihat kau mengangguk, “Ya, baik.” kemudian kau menoleh ke arah lain. Seperti ingin cepat-cepat pergi dari hadapanku.

Disaat itu pun aku memutuskan untuk pergi mendahuluimu. Aku tidak ingin ditinggalkan. Karena aku belum sedewasa dan sekuat dirimu untuk melihatku pergi. Membiarkanku lepas. Dan kini...hey, kau dapat berdiri tanpa ku.

Aku bangga padamu walaupun rasa sakit mengejarku. Sakit sekali.

Sebenarnya, sebelum ini...aku ingin sekali menyapamu terlebih dahulu, tapi aku tidak berani. Selalu tidak jadi. Ya ampun, kau tahu...sepertinya aku sudah gila.

Aku hanya sedang lari dari dirimu. Bagaimana caranya agar aku membencimu?

Lebih baik aku membencimu daripada aku harus tersiksa dan merasa seperti dibunuh secara  perlahan ketika merindukanmu.

Dan sebenarnya, saat aku membalikkan tubuhku..aku ingin kau tahu, bahwa aku tidak bermaksud meninggalkanmu. Hanya ingin melindungi hatiku yang malang saja.

Ketahuilah, di saat aku berbalik sebenarnya aku ingin kau memanggil namaku. Lalu bertanya apakah aku baik-baik saja atau tidak.

Ketahuilah, di saat aku berbalik sebenarnya aku berbisik padamu...aku membutuhkanmu.
Walaupun aku tahu kau tidak akan mendengarnya.

Hehehehe :D itu dia hasil karya aku, dalem ga dalem ga? Hahaha apa banget deh, ini spontan, ga dari cuplikan novel aku yang lagi aku buat.

Sebenernya udah ada yang pernah baca sih, tapi gapapa aku izini juga kalian baca :D 

 Hah...aneh ya J

No comments:

Post a Comment