.

.

Clue

Read, and recognize me. Because, I'm not that easy to be known.

Thursday, 6 June 2013

Aku, Perindu Rahasiamu

 Tek. Tek. Tek.
Baiklah. Mulai lagi.
Satu cuplikan kenangan berdurasi dua detik.
Ketika saat itu, aku memandangmu. Bukan. Bukan yang pertama kali.
Entah yang keberapa, namun saat itu rasanya...dunia berhenti. Hanya ada kau dan aku.
Rasanya aku tidak mendengar apapun. Hanya sebentar. Sangat sebentar. Sebelum akhirnya aku menggelengkan kepala.
Kemudian...hal itu berubah. Bukan. Cerita kita berubah.
Saat akhirnya kau tersenyum padaku. Senyuman yang itu hanya kau berikan padaku. Senyuman konyol yang membuatku selalu ingin tertawa geli.
Saat kita berbicara dan yang keluar hanya tawa yang tidak logis.
Saat yang kita lakukan hanyalah memandang satu sama lain.
Saat pertama kalinya aku berani untuk menatap matamu.
Sepasang mata yang berwarna gelap. Mungkin beberapa kali aku seperti tenggelam di dalamnya.
Ya, aku hanya berani menatap matamu...
Ketika aku menceritakan segala keluh kesahku, dan kau hanya membuatku bertambah kesal. Sungguh, itu konyol. Kau tidak membantuku sama sekali, namun tetap saja...aku senang bicara denganmu.
Kau berbeda. Berisik. Seperti anak kecil. Hangat pada siapa saja.
Kadang aku menganggapmu ‘pengganggu’. Yah, karena sifatku memang dingin. Cenderung ingin selalu berada dalam ketenangan...damai...bebas...
Dan kau, yang mulai membisikkan kegaduhan di dunia tenangku. Menjagaku seperti seolah-olah aku ini adalah gadis yang rentan. Seperti porselen.
Mungkin dulu aku menganggapnya menyebalkan, namun sekarang...itu terdengar manis.
Ya, kau memang berbeda. Kau bertolak belakang denganku. Namun kita tetap bisa bersama. Aneh,’kan?
Kau tidak menyukai drama yang kusukai. Kau tidak suka band yang kusukai. Aku tidak terlalu menyukai yang kau sukai. Yah, sudah kubilang...kita itu seperti bumi dan langit.
Ketika jari-jarimu mengisi jarak di tanganku. Itu baru...aneh. Aku tidak ingat rasanya.
Yang jelas aku ingat, aku suka mencubit pipimu. Tidak tembam. Namun aku suka melihat wajah konyolmu.
Kemudian, kemasan bekas coklat cadburry rasa blackforest kesukaanku. Kemarin aku menemukannya, aku tidak membuangnya ternyata :D
Lalu...apa lagi?
Manis. Ternyata dulu manis.
Namun mengapa aku tidak merasakannya? Maksudku dulu.
Duniaku. Bukan duniamu. Tapi entahlah...keberadaanmu membuatku kesal.
Kau menyebalkan.
Kenapa? Padahal kau tidak melakukan apa-apa padaku.
Yah...aku kesal padamu. Setiap hari membuatku ketakutan. Dasar, laki-laki menyeramkan!
Aku takut...setiap hari ada saja yang menghantuiku.
Fakta yang menyebalkan.
Aku kesal padamu karena setiap hari kau membuatku merasa takut...akan kehilangan dirimu. Huh, menyebalkan sekali.
Dan...aku, hanyalah perindumu. Yang tidak bisa menatap—apalagi menyentuh. Berbicara saja aku selalu mengatur kata-kata sedingin mungkin.
Memendam sakit yang terasa setiap aku bicara denganmu.
Berusaha menutupi, agar kau tidak menyadarinya.
Tidak seperti perindu lain yang akan mencarimu.
Aku hanya diam. Mengintip sedikit. Lalu setelah itu, aku akan pergi.
Setiap malam aku memelukmu. Ya, sedikit bagian dari dirimu maksudnya.
Karena aku hidup, di bagian masa lalumu.
Bukan sekarang.
Namun, selama kita menghirup udara yang sama...
Aku akan selalu...

Begitulah.

No comments:

Post a Comment