.

.

Clue

Read, and recognize me. Because, I'm not that easy to be known.

Thursday, 6 June 2013

Gigitan Kecil dari Bayangan

Ketika, fragmen kenangan mendadak muncul. Namun dalam bentuk kenyataan...
Rasanya, aku ingin tinggal dalam kenangan itu. Sambil menari kecil dan tersenyum bahagia, bahagia karena pada akhirnya kau bisa merasa sebahagia ini.
Ya Allah, terima kasih karena kau menyisipkan sesuatu yang bisa membuatku bahagia. Di hari burukku pun sekalipun.
Suara mereka, tawa mereka....masih saja selalu menjadi ‘obat’ untuk hatiku. Untuk ragaku. Semuanya, bahkan rasa sakit yang menyerangku pun mendadak tidak terasa.
Ya ampun, sungguh...ternyata mereka masih ada. Masih mengingatku. Terima kasih, setidaknya aku bukan satu titik yang terlupakan begitu saja.
Aku masih menjadi seseorang yang tinggal dalam hati mereka masing-masing. Sungguh, aku merindukan mereka. Semuanya. Tawa, canda, suara, teriakkan, tangisan, kekonyolan yang biasanya kami rajut bersama, cerita kesedihan, perdebatan, semuanya...semua hal yang pahit sekalipun—rasanya sekarang begitu manis. Menyentuh perasa hatiku.
Lembut. Nyaman.
Tak sengaja setetes cairan bening menghujani wajahku.
Bukan. Bukan hujan kesedihan.
Yah, hanya hujan yang disebabkan oleh betapa rindunya aku pada fragmen-fragmen kenangan yang berterbangan menghiasi hidupku. Terbang kesana kemari. Menyembul lalu menghilang lagi. Seperti itulah.
Sudah lama aku tidak merasa sebebas ini. Sudah lama aku tidak merasa sebahagia ini.
Ketika mereka datang dan menyentuhku sekali lagi. Menghangatkan duniaku yang sepenuhnya dingin...
Suara mereka...aku masih ingin mendengar suara mereka. Cara mereka berjalan, menatap—rasanya seperti detail yang ingin kuingat sekali lagi.
Bagaimana mereka dapat bertahan karena sifatku, bagaimana mereka bisa tetap tersenyum ketika aku merasa sangat mendung.
Aku...menyayangi mereka melebihi boneka sapiku. Tidak, mereka dan boneka sapiku masih memiliki kedudukan yang sama.
Dan tentu saja aku tidak bisa membandingkan mereka dengan naskah, ribuan kata yang kubuat, laptopku...
Yang jelas, aku menyayangi mereka. Seperti saudaraku sendiri.
Mereka bukan sahabatku. Mereka keluargaku. Mereka...penenang hidupku.
Tanpa kehadiran mereka, membuatku semakin berpikir bahwa di dunia ini...kebahagiaan bisa datang dan pergi.
Jadi aku hanya perlu sabar dan kuat ketika melepas mereka, dan tersenyum lebar memeluk kehadiran mereka kembali.
Manis. Manis sekali...
Suatu saat...aku pasti bergabung dengan kalian lagi.
Pasti.
Kita akan menyatu, menjadi pelangi dan bersinar...diantara semua yang bersinar.


No comments:

Post a Comment