.

.

Clue

Read, and recognize me. Because, I'm not that easy to be known.

Thursday, 11 July 2013

Manis

Hai, malaikat tanpa sayap...aku merindukanmu.

Hari ini aku terbangun dengan kenyataan pahit yang menamparku. Kamu tahu apa? Ya, aku baru menyadari bahwa rasanya perasaan rinduku ini mulai menguasai hampir seluruh bagian dari akal sehatku.

Ini gila. Aku tidak tahu apalagi yang harus kulakukan untuk meredam rasa rinduku ini. Aku tidak ingin melihatmu. Tidak...bukan itu yang kuinginkan.

Entah apa yang kuinginkan. Aku menginginkanmu. Nanti. Disaat aku bisa memilikimu seutuhnya. Dengan izin-Nya.

Hatiku berbisik, aku ingin kau disini. Disini (menunjuk dadaku yang sesak).

Kau ada di sini tapi akhir-akhir ini aku tidak merasakan kehadiranmu. Bahkan aku sempat berpikir bahwa perasaanku padamu memudar...

Tapi sekali lagi aku salah. Kau masih bagian dari hari-hariku. Kau masih menjadi kenangan yang penting yang berada di depan lembaran fragmen lainnya. Sehingga aku tidak perlu mencari...mencari kenangan tentangmu karena aku bisa langsung menemukannya.

Sesak sekali. Tidak tahu sama sekali apa yang kau rasakan. Disana. Kau hati-hati kan?

Jaga kesehatanmu, malaikat tanpa sayap. Aku tahu kau tidak memiliki sayap untuk menjangkauku disini...tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan datang menjemputku dan membawaku ke duniamu. 

Dunia manismu.

Malaikat tanpa sayap, sungguh sebutan yang konyol bagimu. Kau yang ceroboh. Itulah hal yang paling kuingat tentangmu.

Dan pasti, senyum manis konyolmu itu.

Yah, kenangan hanya bisa dikenang. Tidak bisa diulang kembali.

Sudah beberapa waktu yang lalu saat aku melihatmu, manis...

Manis...Aneh jika kau kusebut manis. Kau seperti...kucing. Manis namun menyebalkan.

Disana...kau hati-hati kan? Entah berapa kali kalimat itu menggema dibenakku. Hati-hati. Jaga dirimu.

Jangan ceroboh, manis. Jangan biarkan emosimu menguasaimu. Tetaplah tenang. Jangan lupa membasahi wajahmu dengan air suci dari wudhumu sebanyak lima kali sehari. Jangan lupa menggosok gigimu. Jangan lupa membaca kata-kata indah dari-Nya. Jangan lupa...doamu.

Kau tahu, terkadang aku ingin sekali...mengingatkanmu banyak hal. Semua hal.

Aku juga ingin  mengucapkan “Selamat shalat Jum’at” padamu setiap hari indah itu...hari dimana kau akan menyediakan waktumu untuk mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid dengan sarung yang menutupi celanamu. Dengan peci yang terletak di kepalamu. Aku yakin, dibanding hari-hari lainnya kau terlihat lebih...teduh.

Ya, membayangkanmu yang sedang beribadah membuat perasaanku lebih tenang...

Hari  ini. Malam ini. Rasa rinduku kembali membawaku tenggelam ke dalam lautan tulisan yang kubuat untukmu. Aku selalu berandai-andai...apa kau membacanya? Tapi aku yakin walaupun kau membacanya, kau tidak akan mengerti bahwa yang kumaksud adalah dirimu.

Tidak apa-apa. Pada saatnya, kau akan tahu semuanya. Semuanya, manis...

Akhir-akhir ini aku sering merasakan hal yang kau rasakan dulu. Sakit. Sesak. Perasaanmu ketika kau melihatku disana. Berdiri tanpa menoleh ke arahmu. Ternyata...rasanya sakit ya?

Sungguh. Aku kejam. Lebih kejam darimu kini yang sering menghilang dariku. Lebih kejam dari rasa rindu yang kau berikan padaku. Lebih kejam dari semua hal yang kau lakukan untuk membunuh perasaanku.

Aku benar-benar menyiksamu hidup-hidup. Kau tahu? Kau sadar...bahwa kini semuanya seperti berbalik menyerangku.

Seharusnya aku tidak boleh menyalahkan diriku sendiri. Aku harus...berdamai. Tapi aku tidak bisa. 

Berat rasanya memiliki perasaan yang begitu besar untukmu tapi aku tidak memberitahumu semua kenyataan di masa lalu. Semua kenyataan yang pasti akan membuatmu pergi dariku.

Aku tahu ketika kau mengetahui segalanya, kau akan membenciku—lebih dari yang kaukira. Bahkan mendengar namaku saja akan membuatmu ingin memukul dinding.

Tapi aku tidak bisa merasakan hal ini dengan cara seperti ini. Rasanya seperti membohongimu. Aku sudah tidak ingin menyakitimu lagi. Tidak lagi...

Aku rindu padamu.

Kalimat yang selalu ingin kusampaikan padamu. Tapi selalu kuurungkan.

Terkadang aku sering menertawai tingkahku sendiri karena bersikap dingin padamu padahal saat itu aku sedang meredam rasa nyeri di dalam dadaku sendiri. Karena merindukanmu. Sungguh, aku mungkin terlalu bodoh...

Tapi seandainya kita akan bertemu lagi, mungkin ini akan  menjadi cerita yang indah. Aku ingin mengukir senyum di wajahmu sekali lagi. Senyum konyol nan manis itu...

Aku tersenyum sendiri mengingatnya. Kau manis sekali.

Terlalu polos. Terlalu konyol. Terlalu bodoh...karena pernah mencintai seorang gadis sejahat diriku.

Tapi aku beruntung. Kapan aku bisa merasakan dicintai begitu besarnya oleh seseorang semanis dirimu lagi? Kau tidak tergantikan, bodoh.

Jika seandainya untuk memperbaiki hatimu yang rusak itu, mengobati setiap luka di hatimu, mengembalikan senyum manis konyolmu padaku membutuhkan waktu hampir seumur hidupku...akan kulakukan.

Aku ingin berada di sisimu. Tertawa karena candaanmu. Menoleh ke arah pintu menunggu kedatanganmu. Aku ingin menjadi pelapur rasa lelahmu menjalani dunia yang kejam ini. Aku ingin selalu disana (menunjuk dadamu). Dan tidak ada lagi yang bisa membuatku keluar. Walaupun aku mendobrak sekalipun...

Lihat? Entah sampai kapan aku bisa menyimpan itu semua untuk diriku sendiri...Semoga saat kau membaca ini disana, seulas senyum terukir di wajahmu. Semoga doa yang kusampaikan pada-Nya sama dengan doa yang kau sampaikan pada-Nya.

Jadi manis...tidurlah. Yang lelap. Jangan pikirkan keluh kesahmu. Tenanglah...Semoga kau merasa hangat disana.

Semangat, malaikat tanpa sayap.

Semoga rindumu pun membawamu kembali mengingat betapa indahnya perasaan yang Allah berikan untukmu.

Selamat malam....

Salam sesal,


Perindu Rahasiamu

Hai, readers...maafin aku ya karena baru muncul setelah sekian lama. Jangan pada ngilang ya, please...aku butuh kalian nih. Tulisan aku butuh kalian. Kalau ga ada kalian, siapa yang baca? Ya? Maaf juga kemarin-kemarin harkos, netbook sama modemnya rusak :') makanya sekarang aku pun sedang galau karena netbook aku sakit. Can't live without it aaa -_- Aku minta doa yaa semoga netbooknya sembuh dalam waktu dekat. Aku cinta kalian! Sayonara~

Another NB : ini aku buat tanggal 6 Juli 2013 sebenernya, agak telat ngepost maaf ya :)


2 comments:

  1. kalo niat semanis niat kamu itu udah ada, pasti dia tau kok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin semoga dikasih yang terbaik :)
      makasih udah mampir :D

      Delete