.

.

Clue

Read, and recognize me. Because, I'm not that easy to be known.

Sunday, 22 September 2013

Bayanganmu, manis.

Maaf, karena aku ga bisa bikin kamu bahagia. Maaf aku gagal.

Aku menarik napas panjang. Tidak langsung menghembuskannya. Sakit. Kutahan sebentar, sebelum akhirnya napasku itu terhembus seiring dengan berkurangnya rasa sesak yang kupendam.

Kalimat itu lagi. Ya. Kalimat yang sudah lama tidak menghantuiku. Setelah sekian lama. Hah, sudah berapa lama sejak terakhir ia mengucapkan hal itu? Setahun? Dua tahun? Baiklah, aku mulai gila.

Sekiranya...sudah lama aku tidak berlarut dengan rasa sakitku lagi. Hahaha, kali ini mengapa kau muncul, manis?

Aku menulis ini ketika kurasa bayang-bayangmu mulai mengikutiku lagi. Bayangan manis itu. Bayangan yang selalu bisa membuatku tersenyum secara instan. Dan ya, bayangan yang bahkan bisa membuatku menepis perasaan-perasaan aneh.

Bayangan yang pernah mengisi hidup...ku. Bukan. Kita.

Aku menulis ini, ketika tidak sengaja aku mendengar sebuah lagu yang seharusnya tidak kudengar lagi. 

Bagaimana tidak, walaupun aku tidak benar-benar mengerti esensi dari lagu itu, tapi intro-nya saja sudah membuatku seperti jatuh dari gedung berlantai sepuluh.

Yah, tidak juga. Itu versi berlebihan. Aku baik-baik saja. Tidak mungkin gadis sepertiku terlarut dalam kesedihan hanya karena mendengar sebuah lagu. Konyol.

Aku menulis ini ketika aku berusaha untuk tahu hal yang seharusnya aku tidak tahu. Misalnya hal-hal yang berbau keberadaanmu.

Buruk. Rasanya buruk.

'Cause even when I dream of you
The sweetest dream would never do
I'd still miss you, baby
And I don't wanna miss a thing

Ah, menyebalkan. Bahkan aku tidak pernah bermimpi tentangmu. Tidak. Aku pernah. Namun selalu, kau tahu...aku selalu takut jika tiba-tiba aku bermimpi tentangmu.

Pertama, karena setiap kau berkunjung ke dalam mimpiku, kau selalu pergi.

Kedua, karena kau memang sudah pergi.

Aku tertawa dalam hati. Bahkan kekonyolon ini masih terdengar tragis. Padahal sepertinya itu tidak terasa terlalu menyedihkan.

Ya ampun, hentikan ini. Aku sedang menghibur diriku sendiri.

Seseorang bertanya padaku, “Mengapa kau biarkan ia pergi jika nyatanya ia adalah seseorang yang berharga untukmu?”

Aku langsung tertawa, ya. Refleksku memang hebat. Patut diacungi jempol. Lalu kujawab, “Karena jika tidak, ia akan tersiksa.”

Apa kau mengerti, manis? Aku sudah tahu semuanya. Karena itu aku bicara konyol padamu. Berusaha untuk melepasmu. Kau pasti sudah merasa bahwa aku memang masih memiliki rasa itu padamu. Tapi kau berusaha menghindarinya. Aku juga. Sebenarnya aku juga tidak ingin memiliki perasaan lebih padamu.

Apalagi setelah semua yang terjadi diantara kita.

Aku memendamnya, serapat yang kubisa. Tapi perasaan itu benar-benar tidak bisa diajak kompromi. 

Seperti sekarang misalnya. Sudah kubilang aku tidak menyukaimu, ia selalu mengajakku berkelahi. 

Sudah kubilang kau bukan apa-apa, ia tetap melawanku. Hasilnya...yah, tetap...aku tidak mau.

Yang jadi masalah, manis. Rasanya aku seperti mencintai bayanganmu. Melihat pun tidak. Menyentuh pun tidak. Apa ini bisa disebut cinta? Tidak. Kurasa tidak. Kuharap tidak.

Oh ya, kau tahu aku sangat menyukai Taylor Swift, kan? Pernah dengar lagu yang berjudul “I almost do” ?

Aku yakin, kau tidak mendengarnya. Kau bukan aku, kau tidak bisa mempelajari diriku layaknya caraku mengenalmu.

I bet this time of night you're still up.
I bet you're tired from a long hard week.
I bet you're sitting in your chair by the window looking out at the city.
And I bet sometimes you wonder about me.

And I just wanna tell you
It takes everything in me not to call you.
And I wish I could run to you.
And I hope you know that every time I don't
I almost do,
I almost do.

Setidaknya...begitulah keadaanku beberapa saat lalu. Ketika kau tiba-tiba menghilang, lalu muncul dengan seenaknya tanpa memikirkan bagaimana perasaanku.

Satu kata untukmu, MENYEBALKAN.

Lalu menghilang lagi. Karena itu aku malas membalas setiap pesanmu. Sapaanmu. Kau bukan angin malam yang kukenal. Kau bukan laki-laki yang kukenal. Kau orang asing. Aku tidak mengenalmu.

Sejak dulu, kau menghantuiku dengan cara yang sama. Kau menakutiku dengan cara yang sama.

Ya, kau tahu sendiri bagaimana kan? Bagaimana caramu membuatku ketakutan setiap hari. Membuatku takut kau akan menghilang. Aku kehilangan dirimu.

Aku mengenalmu, manis. Sudah kubilang sejauh apapun kau berada, aku selalu mengenalmu. Sedrastis apapun perubahanmu, aku selalu bisa mengenalimu.

I can’t say hello to you, and risk another goodbye.

Itulah jawaban mengapa aku melarang diriku untuk bertemu denganmu. Untuk bicara denganmu. Untuk mengingat tentangmu.

Beberapa pesan memang harus dihapus. Katakan padaku, apakah setidaknya kau pernah memikirkanku? 

Aku sudah tahu jawabannya, jangan dijawab.

Mereka tidak tahu, kau tenang saja. Mereka tidak tahu.

Aku tidak akan membiarkan mereka tahu. Tentang kita. Tentangku. Tentangmu.

Tidak ada yang tahu.

Bahkan dirimu sendiri.

Konyol, apa yang kulakukan? Apa yang kutunggu? Apa yang kuharapkan darimu?

Kuharap kau bahagia. Denganku.

Aku merindukanmu tapi aku tidak mau bertemu denganmu. Aku sering berkata pada-Nya aku merindukanmu tapi kemudian aku langsung meralatnya. Aku sering tidak sengaja mengucapkan namamu namun kemudian aku langsung berkata tidak, tidak boleh. Sebaiknya aku jatuh cinta pada orang yang tepat. Sungguh, untuk kali ini bahkan aku tidak bisa percaya perihal manisnya mengais-ngais perasaan. Itu...terasa aneh dipikiranku.

Kau tahu manis...rasanya aneh. Terkadang aku berpikir...seharusnya aku menikmati masa-masa ini. SMA. Jatuh cinta dengan siapa saja, lalu patah hati, dan akhirnya jatuh cinta lagi. Tapi...kenapa kau masih mengikutiku?

Mengapa hatiku masih terjaga sepenuhnya untukmu? Konyol? Ya, ini konyol. Padahal kau sama sekali tidak memikirkan sedikitpun tentangku. Sudah, sudah ada penggantiku disana. Biarkan saja, aku tidak 
peduli. Bukan urusanku.

Baiklah, hentikan. Aku tidak boleh berlarut dalam kesedihan yang tidak berujung. Tidak jelas. Seabstrak keberadaanmu.


Bahagia untukku, manis.

2 comments:

  1. I almost do.....

    sudah, jgn sedik kakak, makan dulu sana :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tau lagunya? Hahaha makasih banyak udah mampir ya, udah kok udah makan...makan hati :D ohiya blognya bagus hehe makasih udah mampir!

      Delete