.

.

Clue

Read, and recognize me. Because, I'm not that easy to be known.

Tuesday, 25 June 2013

Ketika Kamu Menghilang

Hai, bulan sabit. Bintang malam. Angin malam.

Hari ini aku hanya bisa tersenyum. Menutupi kepedihan di dalam...dadaku. Entah perasaan. Entah hati. 

Yang jelas, hal ini seperti membunuh jiwaku.

Aku memejamkan mata. Kau masih disana. Aku membuka mata, rasanya mataku seperti terbakar ingin menangis. Aku ingin menendang. Berguling. Membenamkan wajah di atas bantalku. Itu tidak berhasil.

Dan ya setelah aku melihatmu, aku sadar...aku merindukanmu sepanjang hari. Kau tahu betapa khawatirnya aku ketika tidak mendapat kabar darimu? Gusar. Biasanya aku tidak pernah seperti ini. 

Namun kau menghilang tiba-tiba. Rasanya jika aku melihatmu lagi aku ingin membuang muka.

Tidak ada kabar. Ya, aku sudah terbiasa. Lagipula aku jarang memberi kabar.

Tapi aku mengkhawatirkanmu, bodoh. Kau dimana? Apa sesuatu terjadi? Baiklah, kutarik kata-kataku ketika aku mengusirmu pergi. Urusan kita belum selesai. Kecuali jika kau memang ingin menyudahinya.

Aku ingin menghilang. Rasanya ingin menghubungimu namun aku selalu mengurungkan niatku. Untuk apa? Rasanya tidak ada gunanya. Padahal kini kau tidak sesibuk biasanya...aneh, apa kau memang sudah bosan bicara denganku?

Aku tidak membencimu. Aku kesal...kesal padamu.

Ah, aku bisa gila. Aku terlalu merindukanmu. Dengar, seharusnya aku tidak boleh merasa sesedih ini. 

Apalagi menangis. Tidak akan.

Dasar, menyebalkan. Menghilang. Tidak terjangkau layaknya bintang malam di langit. Tak ada lagi sapaan lembut angin malam setiap aku bermaksud untuk beranjak tidur. Tak ada lagi pengganggu kecil yang membuatku tidak ingin segera pergi ke alam mimpiku.

Semalam...aku bermimpi. Mimpi menyeramkan. Dimana hal yang menghantuiku setiap hari muncul dan menjadi nyata.

Kehilanganmu. Kau meninggalkanku. Meninggalkanku dengan air mata yang membanjiri hampir seluruh wajahku. Meninggalkanku dengan perasaan sakit. Dimana kata-kata yang menggema di pikiranku adalah, “Kamu tega. Kenapa? Jangan pergi.”

Kau berkata bahwa, “Kepastian malah bikin kamu kecewa...”

Aku tidak mengerti. Padahal sebelumnya aku sedang tidur di atas guling. Sedangkan kau sedang duduk di sebelahku. Memang. Kita tidak berbicara. Sama sekali.

Namun saat aku memalingkan wajahku. Kau sudah tidak ada. Kau pergi, meninggalkan sepucuk surat yang berkata, “Lupain aku.”

Aku tertegun membacanya. Tidak ingin menangis. Sungguh. Aku berusaha keras untuk tidak menangis. 

Namun apa daya...aku langsung berlutut di atas lantai. Tetesan cairan bening berlomba-lomba turun dari mata kecilku. Aku tidak bisa berpikir. Kenapa. Kenapa. Kenapa.

Kau hanya pergi. Pergi begitu saja. Aku hanya menebak-nebak...apa kau terpaksa melakukannya karena kau menekan perasaanmu padaku, atau kau memang muak denganku.

Isi suratnya...aku hanya ingat samar-samar. Namun isinya mebuatku sadar, bahwa kau pergi karena aku yang menyuruhmu pergi. Pada awalnya. Bodoh. Disitu aku menyalahkan diri sendiri. Sulit. Sulit sekali.

Dan saat aku terbangun. Ya. Aku bangun. Aku tahu aku hanya bermimpi. Tapi aku ingin meneruskan mimpiku. Untuk mencari tahu, bagaimana perasaanmu yang sebenarnya.

Karena dari surat yang kubaca, aku merasakan...rasa sakit yang kau rasakan saat menulisnya. Baiklah, aku memang klise. Memang.

Itu hanya mimpi. Namun mimpi itu membuatku berpikir...

Jika itu pertanda bahwa kau akan meninggalkanku.

Di mimpi saja, aku dapat merasakan rasa sakitnya. Bagaimana jika semua itu menjadi kenyataan?

Kau bisa pikirkan sendiri jawabannya.

Tapi jika seandainya kau mau pergi. Ya...aku merelakanmu. Aku akan melepasmu. Seperti yang aku lakukan pada seseorang yang ingin pergi dariku.

Tanpamu...aku baik-baik saja. Aku bertahan hidup.

Walaupun rasanya seperti disiksa perlahan. Dibunuh perlahan.

Aku bisa hidup tanpa sapaan konyolmu. Ya. Aku bisa.

Aku tidak membutuhkanmu.

Tapi jika kau punya pilihan lain yaitu tidak meninggalkanku. Maka jangan pergi. Atau kau boleh pergi...tapi berjanjilah kau akan menemuiku lagi. Di saat yang tepat. Sehingga tidak ada lagi kasus cinta yang benar disaat yang salah.

Cinta yang benar di saat yang salah...rasanya aku ingin tertawa. Menyesakkan sekali ketika aku terlambat mengetahuinya.

Selama kau hilang...aku tetap tersenyum. Tapi sakit. Aku berpikir apakah kau tidak ingin menghubungiku sebesar rasa inginku untuk menghubungimu? Aku...tidak tahu.

Namun semakin hari aku baik-baik saja. Walaupun kau tak ada...mungkin ini peluangku untuk melupakanmu...

Siapa tahu?

Jadi...selamat malam, bulan sabit, bintang malam, angin malam.

Bersinarlah. Bertiuplah. Seindah caramu mengukir senyum di wajahku.

Aku masih disini...Jika kau mencariku suatu saat nanti.

Salam hilang,

Perindu Rahasiamu

Wednesday, 19 June 2013

Basic in Moving On

One word. One memory. One promise. One name. Can change your mind.

It’s silly when you thought that everything’s over. It’s stupid when you thought you’ve already over him (or her). It’s ridiculous when you thought you’re ready to move out and start a new story.
But you still check his (or her) status for no reason. Pickin’ up the phone and start to wondering why he (or her) didn’t call. Thinking of him (or her) when you’re in bath room then it leads you to go to the past. Reaching him (or her) even though you know he (or her) is not there. Imagine how he (or her) would feel when you’re gone. Thinking about everything that make you two laugh.

It’s not over yet.

Life is about learning. Not forgetting.

Every person that you meet. Every person that you love. Every person that you hate...are come for a reason. Everything’s happen for a reason. Of course and no doubt.

If your heart tells you that you have to forget him (or her). You will. Believe me, you will.

It takes time. Yes. But you have to be patient, you’ll be fine. All is going to be fine.

Don’t you ever think that you can’t live without someone. YOU CAN. You just don’t try. It’s silly, and sweet...but you’ll laugh when someday you realized that you can live without ‘that’ someone.

Moving on is not forgetting. It teaches you how to letting go of someone you need.  Learn from it.

And every process needs time. It goes to the based. Let's back to your purpose. If you believe and have faith that you will reach the finish line, you will.

Just wait and keep walking, or running. Whatever you want.

Don't forget. It needs time.


Don't give up because you think it takes too long. Just give yourself faith from yourself too. All is going to be fine.

Monday, 17 June 2013

They were singing~

Hei, apa kabar kalian para jombloers, harkoser, korban harkos, dan php? Apa masih diam menunggu dan berjuang? Atau sudah lelah?

Cie elah fine perhatian banget sama para korban harkos. Well, gue emang pengen menyemangati kalian. Abisnya kasian sih, biasanya korban yang sudah gue sebutin di atas itu mendem perjuangan dia sendiri. Ga cerita ke siapapun. Makanya gue kasian #pengalaman #korbanharkos

Emm kali ini, gue pake judul "They were singing" gatau kenapa. Telinga dan kepala gue lagi muterin lagu coldplay. Ya begitulah.

Setelah liat statistik dan urutan post yang paling banyak dibaca, topik tentang Finlan bener bener langsung terkenal. WAW. Gue kaget. Padahal ini hasil iseng gue sama Finlan...gue jadi mikir, gue mesti bikin label judulnya "EDISI FINLAN" biar pembaca gue makin banyak...

Tapi, kembali ke awal...gue bukan penulis lawak. Gue disini sebagai motivator para jomblo dan korban harkos. Gue penulis galau sih...tapi ya sekali-sekali kalau ada bakat gue nulis kelawakan lagi. Toh, galauers juga butuh tertawa HAHAHA.

Yaa sekarang gue pengen bahas soal harkos.

Gue. Fine Ayu Putri. Lahir di Bandung, 20 Januari 1998. Nilai bahasa Sundanya selalu pas KKM.

Ciri-ciri, fisik : Dulu berponi, sekarang engga. Tinggi galebih dari 160 cm. Pipi chubby. Biasanya selalu membawa netbook kemanapun dia pergi. Suka banget sama cardigan dan sweater. Warna jilbab favorit itu pink atauga biru dongker. Gigi serinya kayak kelinci. Hidung mancung tapi jambu. Matanya kecil. Punya lesung tapi bukan di pipi, di bawah ujung bibir sebelah kiri.

Ciri lain : Cengeng. Kalau marah sedih ujungnya nangis. Emosi labil. Dianugerahi 'gadis galau tahun 2012'. Biasanya jadi tempat curhat. Ga jelas. Topik kemana-mana. Gabisa ngelawak. Gasuka jadi pemimpin. Suka mengekor. Punya sahabat bejibun. Suka kucing. Di cap 'tukang harkos'.

Ehem, kenapa gue nulis yang negatifnya aja ya? Gue juga bingung tapi ya pokoknya sedikitnya gitu. Gue mau bahas poin terakhir nih. FINE = HARKOSER.

Jenggg...sebenernya gue pernah bilang ke Finlan kalau seandainya gue jadi mojang jajaka bandung, gue bakal menghapus keharkosan.
Tapi di sisi lain, gue suka dibilang 'harkoser'. Asli deh, emang iya?

Ya, bagi yang belum mengenal kebiasaan gue. Gue emang pantes dibilang tukang harkos. Padahal sebenernya, ini self defense aja ye, gue ga maksud. Gue emang ramah ke siapa aja tapi plis...jangan ngomong gue tukang harkos juga-_- kalau gue gasuka, biasanya gue langsung dingin kok. Ini gue yang salah apa gimana ya? -___________________-

Kadang serba salah juga, waktu gue baik dibilangnya tukang harkos, waktu gue dingin dibilangnya jahat. JADI KALIAN MAUNYA APA? =)) *pasang muka eosi* *kemudian tertawa*

Masa iya gue mesti curhat kalau gue tuh........................SKIP NANTI GUE GALAU.

Ya gapapa sih, kalau gue emang tukang harkos maafin gue....gue gamaksud.

Hem selanjutnya gue mau sepik sepik, sahabat gue yang bukan cucu gue blogger sekarang...

ASEEEEEKKK BAHAGIA :D

Ini alamat blog nya : www.finlanadhitya.blogspot.com

Cihe cihe, selamat baca ya readers. Gue cinta kalian. Banget. Ngelebihin orang yang gue tunggu balesan bmnya. Iye, bukan mama gue tapi. Gue undur diri dulu kali ini gue cuma mau ngomong ga jelas doang, nanti gue muncul dengan postingan galau lagi :)

Wednesday, 12 June 2013

Baca ini, kamu.

Seandainya aku ada di sana. Memberitahumu apa yang kurasakan. Selama ini. Hampir dua tahun. Dua tahun sejak kepergianmu.
Aku rindu padamu. Kau tahu itu. Ketika radio memutarkan lagu kita. Rasanya semuanya seperti terputar di benakku. Ketika aku tersenyum padamu, dan kau membalas senyumanku dengan senyuman lebar yang...yang begitu manis. Terlalu manis.
Aku tidak tahu apa yang kau lakukan sekarang. Aku tidak tahu apakah kau merindukanku seperti aku merindukanmu. Tapi aku tidak akan membuatmu kecewa. Aku berjanji pada diriku sendiri suatu saat aku dapat berhasil dan menjadi sukses. Agar kau bisa bangga saat kau mengatakan, “Dia wanita yang kucintai.” Agar kau dapat tersenyum senang dan melambaikan tangan ketika menjemputku.
Mungkin jalan yang kutempuh berbeda. Sangat berbeda. Tapi kau tahu, bersamamu adalah mimpiku yang entah akan selalu menjadi mimpi atau kenyataan. Tujuan hidupku. Kini mulai terlihat jelas. Aku pasti akan berhasil. Pasti. Aku tidak ingin membuatmu kecewa untuk yang kedua kalinya.
Walaupun jika seandainya saat kita bertemu lagi, kau akan menatapku sedih...disebelahmu sudah ada gadis lain yang berdiri di sampingmu. Menggenggam tanganmu.
Aku akan tersenyum. Aku janji. Kau adalah mimpi indah yang diberikan oleh Tuhan. Kau adalah satu dari kesalahan terindahku. Tapi aku ingin kau menjadi kebenaran. Bukan kesalahan. Aku ingin kau menjadi nyata, bukan mimpi.
Saat itu, aku ingin kau berdiri di sana. Saat aku bernyanyi. Aku ingin menatapmu dan menyampaikan pesan, “Kita akan baik-baik saja.”
Aku akan mengulaskan senyum. Aku janji. Kau memberiku terlalu banyak. Untuk apa aku sedih ketika aku pernah mendapatkan cuplikan hidup yang indah bersamamu?
Suatu saat.
Jika seandainya kau akan tetap menjadi mimpiku. Tidak apa-apa. Aku yakin, aku juga hidup di benakmu. Sebagai anak kecil yang selalu tersenyum lebar ketika melihatmu. Sebagai masa lalu konyolmu.
Kau disana, aku disini. Jarak. Waktu. Jadikan semua hal yang memisahkan kita sebagai jembatan. Hambatan. Hidup itu penuh hambatan.
Sungguh. Kau terlalu berharga. Terlalu indah untuk kulupakan. Sama seperti mimpi indah semi burukku. Namun, kau tidak buruk sama sekali. Mungkin aku yang jadi mimpi burukmu.
Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kita. Aku tidak tahu apa yang kuperjuangkan. Tapi terima kasih atas segala waktu yang kau luangkan untukku. Terima kasih.

Dua tahun. Itu bukan waktu yang lama, bukan? Kita lihat apa aku masih bisa membungkus kadoku untukmu sampai nanti. Kita lihat bagaimana kita bertemu lagi. Dua tahun lagi. Aku harus bersabar. Aku harus tetap semangat...ya  kan? Kau juga. Semangat...

Jomblo is FUN

Hai, disini ceritanya gue mau ngebahas soal kejombloan (lagi). Tenang, blog ini ga berubah fungsi dari blog galau ke blog lawak, engga. Soalnya akhir-akhir ini gue cuma lagi pengen nulis perihal kejombloan aja.

Jomblo. Jomblo itu pilihan, ya ga?

Kalau gue sih, iya. Tapi biasanya jomblo itu ada dua faktor.

Pertama, pilihan. Kedua, emang dia ga laku.

Bedanya, kalau pilihan...berarti orang itu laku. Tapi kalau ga laku...ya udah dia ga laku.

~

Biasanya, cewek cantik itu milih buat jomblo karena beberapa alasan.

Dia lagi ga minat pacaran, atau...yang ngecengin dia mukanya muka tampolan semua.

Kalau gue—hem, gausah ditanya. Gue ga minat pacaran. Yang ngecengin gue kece kok. Gini deh, gue pernah jadi mantan kecengannya Taylor Lautner, sahabatnya Edward Cullen, saingannya Bella, terus 
Sungha Jung juga hampir aja nge klik tombol follow di twitter gue. Tapi, ga jadi garagara nama gue kegeser ke bawah.

Gue tau, gue miris. Tapi asli, yang ngecengin gue kece-kece.

Banyak orang nih, yang bilang kalau gue itu cantik. Cie ileh, gue sih seneng dibilang cantik. Tapi masalahnya adalah...gue ngerasa biasa aja.

Cantik fisik itu banyak. Dan ada macem-macem. Gue dapet ilham dari guru vokal gue, bukan sih...ya bisa dibilang dia itu guru vokal gue (dan teman-teman). Katanya, cantik itu macem-macem. Ada cantik baik, cantik imut, cantik jahat, cantik sinis, cantik kalem, cantik ceria, cantik natural, dan cantik make up.

Kalau gue sih, mungkin cantik bocah.

Dari gue umur 12 tahun sampai sekarang (15 tahun), muka gue ga berubah. Ga banyak berubah. Cuma 
sekarang agak kempes pipinya tapi tetep aja—gue chubby.

Gue gatau, cara penulis chubby itu yang bener gimana. Cabi atau chubby.

Kalau cabi, agak ngingetin gue sama wasabi. Jadi kurang cocok.

Tapi kalau chubby, rasanya gue sok imut banget.

Jadi mending kita stop bahasan chubby atau cabi ini.

~

Kalau cowok ganteng milih buat jomblo. Sama, ada beberapa faktor.

Karena dia ga bisa move on, yang ngecenginnya bukan tipe dia, atau emang dia males pacaran.

Gue gangerti cowok. Tapi kebanyakan yang jomblo itu cewek. Soalnya, cewek itu susah banget move on. Termasuk gue. Gue tahan bertahun-tahun ga move on. Tapi, stuck itu buang-buang waktu. Percuma. Gue ga percaya lagi sama yang namanya stuck. Gue benci banget sama kata itu.

Tapi kalau cowok yang stuck........itu beda lagi ceritanya.

KECE BANGET.

Cowok itu gampang cari move on an baru. Makanya, jarang-jarang ada cowok yang bisa ngestuck lama di satu cewe. Jarang banget. Spesies langka.

Buat para cewek, kalau ada cowok yang masih sabar ngeliat muka bete kalian, bilang kamu lucu padahal waktu itu ada jerawat yang nepel di pipi kamu, terus bener bener mau berubah demi kalian, berantem buat kalian, nangis buat kalian, tetep setia sama kalian mau kalian sejahat apapun..............cowok itu pantes di pertahanin.

KALIAN TAU NEMU SPESIES KAYA GITU TUH SUSAH?!

Langka banget. Gila. Kalau nemuin yang kaya beini gue nangis terharu deh. Ga nyangka. Gue bener-bener ga nyangka.

Buat para cowok, kalau ada cewek yang rela jadi tempat sampah kalian, tetep berjuang walaupun kalian udah nyakitin dia, ga bisa marah walaupun kalian udah brengsek macem kampret, tetep sabar walaupun kalian mainnya bareng cewek terus, tetep nunggu kalian walaupun jarak udah misahin kalian jauh-juah, yang ngucapin nama kalian di setiap doanya..............cewek itu...pantes....pantes banget buat dipertahanin.

Gini ya, sekarang itu udah jamannya harkos.

Gue kasian sama cewek-cewek yang diharkosin. Miris banget. Disaat banyak orang ngejar dia, yang dia kejar malah harkos. Kesel kan?

Kurang tega apa....udah tau cewek tuh sekalinya sayang, sayang banget -_-

~

Gue, ngebagi tips dan saran deh ya. Karena masa kelam gue di suatu masa, ya gue gapingin kalian mengalami hal yang sama aja.

Pertama, buat cewek...jangan sekali-sekali bikin keputusan yang sembrono. Misalnya putus. Namanya mantan itu, bakal selamanya di cap mantan. Oh ya itu prinsip gue sih walaupun ada orang yang gue gabisa anggep mantan. Cewek itu kalau udah putus, bakal galau berbulan-bulan. Ga enak kan kalau si cowok tiba-tiba udah jalan bareng pacar barunya lagi? GA ENAK KAN? Gue bilang juga, kalau mau putus...pikirin baik-baik. Gue tau saat mau putus yang kepikiran tuh hal negatif semua. Tapi PLEASE gue mohon, jangan. Pikirin hal positif juga. Siapa tau kalian nyesel, gue ga tanggung loh.

Kedua, jangan pernah stuck sama cowok yang gampang move on. Kalian tau ga rasanya gimana? S A K 
I T. Karena kita kaya dikasih harapan, padahal kosong tong kosong nyaring bunyinya. Mending kalau si cowok mikirin perasaan kalian. Gimana kalau engga? Main jadian aja tuh anak tanpa mikirin hal-hal yang kalian perjuangin. Sekali lagi, gue bilang...stuck itu wasting time. Buang-buang waktu. Kecuali kalau orang yang kalian stuck in itu stuck sama kalian juga. Toh, life is mystery. Kita gatau ujungnya kita kedampar dimana. Yang penting, jangan NGAREP keterlaluan.

Selanjutnya, jangan ngabaiin orang yang berjuang buat kalian. Karena, diabaiin itu ga enak. Kecuali kalau kalian emang beneran gapunya perasaan apa-apa. Jangan ngasih keharkosan. Tapi di kasus yang gue bahas, kalau itu cowok udah ganteng, baik, geje, humoris, dan sebagainya terus berjuang buat kalian sih....itu patut dipertimbangin.

Terus gue juga pengalaman, jangan jatuh cinta terlalu dalem deh. Cowok tuh gabisa diharepin (Kecuali Taylor Lautner sih itu beda ceritanya). Soalnya waktu kita ngerasa kaya gitu, kita rela banting badan, jadi karang diantara lautan, jadi perisai buat si cowok, jadi tempat sampah dan pelarian pun kita ngerasa fine fine aja. Kita ga ngerasa kalau kita tuh udah dimainin. Kasian kan? Mending biasa aja. Sebisa mungkin kasih batesan buat perasaan kalian.

~

Ngerti kan? Sedikit aja deh, gue masih nyimpen jurus lainnya.

Selanjutnya kembali pada kejombloan.

Jomblo itu fun loh. Walaupun kadang envy sama yang suka pacaran, itu wajar, itu manusiawi. Kalau kita bawa happy ya kesananya juga enjoy. Jangan takut jadi jomblo, semakin sedikit mantan kalian, semakin berkualitas :D -___________-

Dan kita juga gamelakukan dosa. Jomblo itu ga dosa kok. Malah bisa jadi kunci buat deket sama Tuhan YME. Jodoh itu, emang ada di tangan Tuhan. Tapi kalau diem aja juga ya jodohnya masih di tangan Tuhan...

Karena itu kita mesti bergerak. Gimana? Caranya dengan memperbaiki kualitas diri setiap harinya. Tuhan itu baik, saat kita berusaha...sama dengan kaya kita nunggu pohon tumbuh. Kalau kita sabar, insyaAllah suatu saat pohonnya akan berbuah manis.

Semakin baik kualitas diri kita, jodoh kita pun semakin baik.  Beneran deh, gue yakin...di batas waktu yang udah ditentuin, kalian para jomblo ganteng dan cantik bakal dipertemukan sama orang yang kalian berhak dapetin. Baik dengan baik.

~

Jadi, gue masih enjoy aja. Jomblo buat gue itu kayak ladang. Bukan buat dikeluhin, tapi disyukuri. Gue pengen jadi mutiara. Bukan pasir.

Lagian, semuanya perlu waktu kok. Dengan gue jomblo, semakin sedikit air mata yang gue keluarain buat hal ga penting. Gue bisa bebas main temenan sama siapa aja. Gue bisa modus ga ketahuan (hoho). 

Gue bisa...pokoknya gue bisa ngelakuin orang yang punya pacar gabisa lakuin.

Jomblo is fun. Biology is fun. Math is fun. Japanese is fun.

Life is fun.

Jomblo itu ga berat. Tergantung gimana kalian nanggepinya aja :D


Jomblo is fun!

Sunday, 9 June 2013

Tribute to Finlan Jomblo

SEBENERNYA, GUE AGAK BINGUNG WAKTU NULIS INI...
Judul   : Kejombloan Finlan
Tokoh  :  Gue
              Finlan Adhitya Aldan Culen Batu
              Narcissus
Latar    : Random
~
Oke, gue lagi kasian nih. Sama sahabat gue yang bukan cucu gue, namanya Finlan. Ya pasti kalian tau kan, makhluk super gila yang otaknya jalan kemana mana. Asal kalian tau, OTAK FINLAN ITU PUNYA SAYAP.
Sebenernya, bukan hal itu yang bikin gue kasian. Justru, hal yang bikin gue kasian itu tentang kehidupan asmaranya. Ya sebagai pakar kegalauan dan sahabat sekaligus anak dia, gue mau sedikit membantu...
Jadi pada suatu hari, gue lagi mikirin gimana caranya buat move on—kalau tiba-tiba ga di sms sama dia,
“Dengan Fine?”
Lantas karena faktor gue gapernah ketemu itu anak lagi, gue sampai kejeduk kap mobil. Gila kan. Saking excitednya.
Yaudah gue bales, “Haii Finlan, Assalamualaikum! :)”
Gue udah baik gitu balesnya, mencirikan muslimah yang baik, dan gue malah dapet balesan kaya gini : “Wa’alaikumsalam Fine :D Wah dikira kontak saya udah tak ada v^^”
Disini sih masih oke ya, di bagian ini nih maksud gue
“Pin, kapan nih mau digantung?”
-_______________________- Gue pikir, ini anak emang cari tumbal gara-gara dia gabisa dapet biro jodoh yang cocok apa gimana. Yang jelas, akhirnya gue ga jadi digantung...
~
Gue tau, jomblo itu ga mudah. Jadi jomblo itu emang penuh perjuangan. Tapi beda, gue jomblo karena Allah. Lillahi ta’ala. Jadinya jomblo gue gaberat...
Gue ga akan sampai depresi kayak si Finlan. Walaupun nyatanya, iman Finlan itu bagus loh. Gue juga gangerti karena faktor apa dia jadi gila -___-
Lagi ngobrol. Biasa. Di y!m. Gue jarang on, tapi buat dia doang gue on #halah
Iya, gue takut digantung.
Kembali ke topik. Gue lagi ngobrol, sampai di pembicaraan seperti ini.



Emotnya itu loh yang bikin gue agak kaget. Masa iya sekarang sosok Finlan yang gue kagumi suka nongkrong di taman Lawang? -___-

Tapi akhirnya gue sadar, gue gatau apa itu patkai dan dia ngeh.



Sip. Gue agak miris sebenernya. Pengen ngakak tapi...ya ampun, dia bahagia mirip babi china :’) gue jadi sedikit terharu. Disini gue belajar kalau emang kita harus mensyukuri hal-hal yang Allah kasih.
Tapi gue tetep jahat,

Sip. Itu bakal gue jadiin merk kalau seandainya gue punya produk.
Lanjut...................
Nah disini gue baru ngeh soal feses. Sip, topik favorit Finlan itu feses. Emang. Liat aja nih, mungkin ini faktor kenapa dia jomblo

Gue yakin, seandainya dia jadi ahli Biologi.......mungkin bahasanya bakal dia rombak abis-abisan. Kasian muridnya, ya gimana ga kasian, gurunya aja.............yah tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.
Saking cintanya sama feses, dia sampai bisa melihat estetika dari feses itu sendiri.

Ya, ini kisah nyata.
Logic and okay...it’s true... Gue gabisa ngelak. Dia itu jenius. Saking jeniusnya, gue mikir soal faktor kenapa dia jomblo. Ya soalnya dia gabisa ngebedain mana pantat mana muka. Please...really....gue jadi wondering, apa selama ini dia bertahun tahun jadi sahabat gue, dia ngeliat gue dengan ‘the way he is’ jadinya setiap ngeliat gue, dia jadi mules....ini emang bener.
Okay, next...
~
GADAG part 1
Gue sama Finlan. Dua spesies yang sangat mencintai alam. Tapi gue ga cinta feses.
Kekuatan. Gue bisa bikin tulisan indah. Finlan bisa mengeluarkan kentut dengan indah.
SKIP
Ceritanya gue mau main sama dia. Sama om yang bernama IRFAN HAFID juga.
Ini lagi rapat, di ranjang bundar.
Bla bla, akhirnya gue sadar...faktor lain yang bikin finlan jomblo itu, dia bokek. Gue juga bokek. Cuma om Hafid yang ga bokek.
Akhirnya jadilah suatu organisasi.

Ya, kita bikin acara pertama dari PEKEK. Gadag... Tau gadag kan? Ga ada gawe alias GA ADA KERJAAN.
Yang ini kita skip dulu ya, gue nemu hal menarik lagi.
Gangerti. Gue masih gangerti sama statement yang dia keluarin.
Gue bermaksud baik buat bantuin dia dapet jodoh. Gue bilang, nanti kalau dia nikahan persembahannya lagu a thousand years...........gue rela jadi mc sama penyanyinya.
Ini anak malah ngomong hal yang bikin gue bingung sampai sekarang.

FINLAN, SIAPA YANG MAU DOUBLE WEDDING........
Harusnya dia tau, gue itu pengen nikah nanti yang jadi pager Ayu nya Finlan. Ini gimana caranya kalau dia juga nikah. Gabisa jadi pager ayu nya gue dong-_-
Dan lagi, gue gamau di nikahan gue nanti kaya gini :

Kalau ada dia, itu bisa terjadi. Tidak mungkin. TIDAK MUNGKIN.
Nah kan gue jadi nangis...

Dia malah kaya gini -__________- Oh God, kenapa gue bisa sahabatan sama orang kaya dia. Gila, emang dia itu makhluk unik bukan manusia biasa... SEJAK KAPAN FINLAN YANG MASKULIN JADI ISTIMEWA KAYA CHIBI?
Gue bener-bener prihatin sama masalah dia kali ini. Kejombloan yang parah.

Ini.......masalah utamanya.
OKE SKIP BENTAR,

Kasian banget ya. Gue serasa jahat. Tapi gimanapun, pas dia sweet seventeen...dia mesti traktir gue.
Waktu gue sweet seventeen, dia mesti beliin gue sesuatu yang hebat. Yah, masih 2 tahun lagi...harusnya dia masih bisa nabung.
Walaupun dia 17 tahun, tahun ini. Jadi gue bahagia :D
~
Kembali, ke kasus tadi.


Kambuh lagi. Gue jadi tambah prihatin. Jangan-jangan di sman 3 dia ketularan virus narcissus alias mencintai diri sendiri.
Kejombloan yang mencekam ini bikin dia jadi gini. Gue bener-bener prihatin. Ngakak tapi hati gue nangis...Gue gatega........
~
Kemudian, seputar kejombloan juga. Gue lagi meriset soal kejombloan, akhirnya gue nanya...

Jawabannya amat  sangat simple. Sederhana. Mencintai itu sederhana.
Disaat orang lain jawabnya panjang panjang, ini anak cuma ngomong “KARENA GUE GA NGECENG MEREKA”
Good banget. Bener banget. Logic. Too logic...

Pas gue puji, penyakit narcissusnya kambuh lagi. Beneran deh gue sedih banget...
Ini yang bikin dia jomblo. Atau sebab akibat dari dia jomblo. Intinya, kejombloan ini sudah ada pada tingkat kritis.
Penyakit jomblo. Awas, hati-hati.
~
Lalu beralih lah....gue gangerti pembicaraan ini berlanjut pada emoticon megang pipi. Dia nanya ke gue,

Dan gue ketawa sendiri bacanya. ‘Orang tua gue tek wan.’
Asli...gue ga maksud. Gue juga gangerti apa hubungannya tek wan dengan bakpau. Tapi akhirnya gue bikin dia merasa sama gitu, gue bilang  dia chicken nugget....dan gue salah lagi.
Kasian banget. Kasian. Gue udah banjir nih.
~
Karena ngerasa bersalah, gue penasaran. Dia lagi ngapain. Dia lagi buka blog gue apa kagak, akhirnya gue bilang,

Dan sialnya............kali ini gue yang kena batunya -_-

-_____________________-
Gue serasa ngejar ngejar dia banget. Serasa cewe diharkosin.
Kepercayaan dirinya mendadak muncul. Gue takut sendiri...
KAPAN GUE MAU NEMBAK FINLAN, KAPAN?! -____________-
Kasian banget. Sekali lagi, gue turut berduka cita....


Ini...ANNOYING banget -_______-
Kalian bisa bayangin, kalau post ini gue kasih judul “FINLAN : TAMPAN, MENAWAN, DAN KARISMATIK.”
Gue ga mau kehilangan pembaca setia gue. Kecuali kalau gue emang mau nge hiatus in ini blog. Tapi engga, gue cinta sama blog ini. Gue cinta pembaca gue. Asli deh. Ga harkos.
Gue gamau dosa. Itu sih alasan yang paling gue pegang teguh, Ya bohong itu dosa kan?

Ini juga. Maaf readers, maafin sahabat gue. Udah menzalimi. Gue yakin, kalian sedih...tapi maksud dia baik kok.
Gue gapapa kalau kalian emang gakuat sama Finlan. Gue tau rasanya.
Gapapa kok kalau kalian ga ngefans juga. Gue bukan biro jodoh disini. Gue hanya membantu Finlan menemukan masalah kejombloannya.
~
CITA-CITA FINLAN
random....

Cita cita Finlan itu mulia. Seandainya dia jadi ketua MPR (bukan presiden), dia bakal bikin sugus kembali menjadi 100an. Supaya 1000 dapet sepuluh. Asik kan?
Tapi kasian gue...gue gabisa tidur :’)
Bayangin......saat itu gue................gue..........
Oke, lebay.

Karena gue gakuat, gue pengen tidur...

Dia malah ngomong gitu dan itu bikin mata gue melek lagi.
Sungguh. Penganiayaan. Gue jadi gabisa tidur. Gue ketawa bacanya.

Yah, begitulah. Overly Attached Bestfriend.
Itu gue gajadi tidur. Padahal gue mesti bangun jam 2 buat belajar. GUE BELUM BELAJAR BUAT UKK. Jahat kan? :’)
Namun, akhirnya gue dapet jalan keluarnya...........

Kampret emang. Ini emang kayak sapi banget.
Kerbau. Rusa. Feses. Tahu. Ulat bulu...
Gue pengen ngelawan tapi gue tau diri. Gimana nasib UKK gue? Jadi akhirnya gue ngalah.....................ngalah...................
Setelah itu,

Gue agak sedikit merinding bacanya.
Ini sudah serius.
Penyakit keombloan ini sudah terkjangkit di seluruh organ tubuhnya.
Sayangnya di sini gaada dokter jomblo.
Kecuali gue.
Tapi gue bukan pelarian. OKE. GUE BUKAN PELARIAN.
Gue cuma adviser single yang nunggu seorang ikhwan. Di batas waktu. #halah
Yasudah, akhirnya gue bisa tidur...tepatnya, ya gue tidur sih. Tapi nahan ngakak. Kesel kan, UKK GUE.....................
~
Nah, sampai sini. Kejombloan Finlan.
Selanjutnya nanti gue mau nulis soal GADAG part 2.
Tapi besok ya, gue mesti belajar. UKK MATEMATIKA dan BAHASA SUNDA.
-_______________________________________________-
Di mulai dari ini,
Gue rapat soal ekspedisi PEKEK.
GADAG.

Akhirnya gue, Finlan dan om IRFAN HAFID pun memutuskan untuk berekspedisi keliling dago.
Liat, lagi-lagi gue di aniaya...

Inituh libur....gue gabisa jam setengah 7 di smp. Gila. GILA. LO GILA FIN!
Tapi ya liat aja part selanjutnya,
GADAG..........................
Dan gue sadar, ini yang bikin dia jomblo.
Disaat laki-laki lain ngebo.....dia kepagian. Nyubuh.
Ya, bagus. Ikhwan yang baik....
Pokoknya, gue minta doanya buat Finlan.
Semoga segera diberi kesembuhan dari penyakit narcissusnya.
Oke, sekian... post an geje pertama gue.
Maaf kalau aneh, gue penulis galau...bukan lawak.
Semangat!
Hati-hati para jomblo................................




Kena penyakit jagung kaya Finlan :O