.

.

Clue

Read, and recognize me. Because, I'm not that easy to be known.

Sunday, 28 May 2017

Maaf, sayang.

Mei, 2017.
Untuk dirimu penyangga hidupku.
Sepertinya perkenalan kita selama hampir tiga tahun ini tidak berjalan efektif, ya? Baiklah, kali ini kupermudah. Aku akan menjabarkan hal-hal penting mengenai diriku yang perlu kamu tahu. Mm, tapi janji...aku mohon dengan sangat, kamu tidak boleh marah atau menyela ucapanku. Ya? Mengerti?

Jadi, sayang. Aku adalah gadis yang sangat pemalu, walaupun kamu tidak akan percaya. Namun, jati diriku yang sebenarnya adalah bukan gadis periang yang kamu sukai selama ini. Aku selalu tidak nyaman berada di tempat baru, bertemu orang baru atau bahkan teman lama, dan aku juga tidak suka membeli sesuatu sendirian. Jadi, aku minta maaf jika kamu sering kesal padaku karena aku selalu bereaksi menyebalkan jika kamu minta untuk membeli jco sendirian, atau memesan kopi di starbuck sendirian...I'm sorry but I really felt so uncomfortable. Aku benar benar minta maaf karena aku terlihat sangat manha dan egois, tapi aku bersikap seperti itu bukan karena aku manja, tapi karena aku sangat pemalu. Jangan salah paham lagi, ya.

Selanjutnya, sayang aku adalah seorang introvert. Kamu tahu,'kan? introvert. ada alasan mengapa aku begitu pemalu, hal itu terjadi karena aku yang memiliki kecenderungan lebih suka sendirian. Sejak kecil, ketika banyak saudara-saudaraku yang bermain, aku lebih memilih berdiam diri di tempat lain, sendirian. Jadi, gadis yang kamu lihat terlihat sangat ramah kepada semua orang, pecicilan, dan hal lainnya, itu semata-mata karena aku ingin menjadi seseorang yang kamu dambakan. Aku tahu, kamu selalu berharap aku memiliki banyak teman. Sungguh sayang, aku punya banyak teman. Jadi kamu tidak perlu khawatir aku akan sendirian. Bahkan ketika aku berkata aku tidak pernah merasa ada masalah apabila aku tidak punya teman. Jadi, jangan marah lagi dan paksa aku lagi ya :)

Lalu, aku tidak mudah percaya dengan orang lain. Mungkin yang kamu lihat, aku seperti gadis egois, tidak peduli dengan teman, tidak peduli dengan orang sekitar. Mungkin kamu juga menganggap, aku adalah gadis paling menyebalkan sedunia karena selalu mudah kecewa. Jadi sayang, aku memiliki krisis kepercayaan pada semua orang. Kamu pikir aku naif, selama ini mencari pertemanan yang tulus, kenapa? karena aku selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk pertemanan yang kurajut. Kalau kamu bilang aku terlalu naif, atau egois, karena aku selalu merasa dibuang oleh semua pertemanan yang pernah kujalani, ya... aku memang naif. Naif karena aku memberikan kepercayaan pada teman temanku dulu, namun mereka merusaknya. Dengan sebaik-baiknya membuat hatiku yang malang ini hancur sehancur-hancurnya. Kalau kamu bilang itu hanya perasaanku saja karena aku merasa dibuang oleh mereka, sesungguhnya mereka memang membuang aku. Tapi kamu akan menyangkalku lagi, kamu bilang kamu tahu seluruh cerita tentang bagaimana rusaknya pertemananku dahulu, sayang. kamu hanya mendengar dari mereka, tidak juga mendengar versi cerita dariku. Jadi tolong, jangan hakimi aku bahwa aku memiliki kualitas yang rendah untuk berteman. Menurutku wajar jika aku kehilangan kepercayaan dan akhirnya memilih untuk tidak berhubungan lagi dengan orang di masa laluku. Itu pilihanku, asal kamu tahu, hanya dengan cara itu aku bisa berhenti merasakan sakit di dada. Seandainya kamu tahu betapa pentingnya pertemanan bagiku, kamu tidak akan sembarangan menganggap aku terlalu egois dan naif untuk mendapatkan teman. Kamu bilang, jika aku menvari teman yang tulus, cari saja di surga. Sesungguhnya, tidak. Karena aku telah berteman dengan mereka semua dengan tulus dan aku mencintai mereka sepenuh hatiku. Karena kepercayaanku dirusak begitu saja, apakah kamu pikir hatiku dapat kembali tertata seperti dulu? Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu seharusnya dapat mengerti...lamanya waktu yang kubutuhkan untuk menata hidup kembali. Kamu tidak tahu bagaimana sakitnya aku, frustasinya aku, bahkan depersi dan tidak mau sekolah ketika aku tahu semua orang yang kuanggap teman terpercaya menusukku dari belakang. Apa menurutmu aku yang bodoh ini sanggup menahan semuanya sekaligus dan langsung melupakannya seketika? Jadi tolong, aku benar benar minta maaf karena aku tidak atau belum bisa berteman dengan baik seperti kamu. Perasaanku belum sekuat itu untuk menerima kotornya pertemanan. Kalau aku begini, seharusnya kamu memberikan dukungan moral sayang, bukan memberiku banyak cerita yang pada akhirnya menyalahkanku. Jangan begitu lagi ya :)

Lalu, aku adalah gadis yang sangat protektif terhadap apapun yang aku punya. Itulah sebabnya aku terlihat sangat cerewet padamu, selalu berisik tentang kabar, tentang kamu bersama siapa kemana. Maaf aku jadi terlihat posesif, tapi psikologisku memang begitu. Aku sangat menjaga apapun yang aku miliki. Aku minta maaf karena sikapku ini membuatmu malas, takut, dan banyak lagi. Aku minta maaf karena memang aku seperti ini, dan akan sulit untuk mengubah diriku agar sempurna seperti yang kamu inginkan sehingga kamu tidak perlu takut lagi jika ingin pergi dengan siapapun asalkan kamu memberi kabar padaku sebelumnya sehingga aku tidak salah paham. Dengan kondisi mental seperti ini, aku harap kamu mengerti bahwa rasanya sangat sulit bagiku untuk tidak tahu apa apa tentang kamu. Aku tahu hal ini sangat sulit dimengerti dan sepertinya kamu sudah terlalu lelah untuk mengerti aku. Jadi, seandainya kamu sudah sangat merasa terganggu dengan diriku yang seperti ini, kamu boleh pergi. Aku harap orang lain yang akan menggantikanku itu jauh lebih baik dari segala-galanya dibanding aku. Dan pastinya aku juga berharap dapat bertemu dengan seseorang uang akan mengerti keadaanku sekarang.

Sayangku, seandainya kamu tahu betapa sulitnya bagiku untuk hidup sendiri tanpa kamu di sisiku. Dengan waktu kontak dan jumpa yang amat sangat terbatas, setiap minggunya aku selalu berharap banyak tentang dirimu. Berharap banyak bahwa kamu akan tiba tiba memperlakukanku dengan baik seperti orang lain, atau melihatmu terlihat senang melihatku. Hingga saat ini, aku belum mendapat sinyal itu. Jadi mungkin, kuharap suatu saat kamu bisa menyampaikan perasaanmu pafaku lebih baik dibanding komunikasi kita yang seperti ini.

Sayang, ketika kamu bilang bahwa dia tidak salah, ketika kamu bilang aku tidak seharusnya menyalahkan dia, ketika kamu membela dia...menurutmu bagaimana keadaan hatiku? Apa kamu tidak peduli dengan aku yang mencoba kuat menerima hantaman darimy. Dan lagi lagi, aku merasa banyak menimbulkan masalah. Aku minta maaf, karena telah menyakiti temanmu dengan kalimatku yang terbawa emosi.

Sayang, aku benar benar mencintaimu. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Maukah kamu mempelajari diriku yang seperti ini dengan baik? Maukah kamu menerima sifatkubyang seburuk ini?
Kuharap kamu masih mau.
Karena...aku telah memberikan seluruh hatiku padamu. Dan aku telah jatuh cinta, sejatuh-jatuhnya pada dirimu.